Kami berlima tanpa Aji pergi ke Stasiun Tanah Abang, karena Aji belum bawa baju buat pergi dan dia akan menyusul kami. Sebelum naik kerta api menuju Jogja, kami solat Magrib dan makan dulu. Selesai makan dan akhirnya Aji datang juga, kami menunggu kereta tersebut.
Bismilah. Jam menunjukkan 19.30 dan kereta api Ekonomi menuju Jogja berangkat. Awalnya kami duduk tapi setelah beberapa stasiun berikut, yang punya tempat duduk ‘mengusir’ kami. Dengan hati riang gembira masih sering mengucapkan kata-kata ‘JOGJA’ dengan semangat. Sayangnya ‘view’ di dalam ga ada yang menarik. Hanya satu yang menarik itu pun dekat dengan Imam. Manis and lucu (gambar ke 2 jaket warna merah, sayangnya kereta bergoyang kencang ketika difoto).
.jpg)
.jpg)
Ada 2 cewek yang baik (salah satunya jaket merah) saling bergantian tempat duduk dengan Aziz dan Izul. Mereka juga sering tertawa bersama-sama karena melihat Aji yang aneh bin ajaib. Sayangnya ga ada yang mau kenalan. Hihihihi.Setelah sekian lama berdiri, satu per satu tumbang juga. Izul n Hanan terpaksa duduk di senderan kursi dengan wajah-wajah aneh n sok cool(kuli). Hehehehe.
.jpg)
.jpg)
Dengan muka kusut plus orang-orang yang hilir mudik (padahal sudah sempit banget) plus orang yang marah-marah tetep ada semangat walaupun sekarang mengucapkan kata ‘JOGJA’ dengan pelan. Dan akhirnya setelah 9 jam berdiri secara bergantian, kami semua dapat duduk.
.jpg)
.jpg)
Jam 8 pagi akhirnya sudah sampai di Klaten di rumahnya Hanan. Sesampai di rumah Hanan yang melewati sawah-sawah yang indah dan udara yang sejuk, kami bertemu dengan kakak yang pertama dan kakak iparnya. Mas Nur Yudha dan sang istri Mba Nevi. Kami disiapkan dengan segelas kopi masing-masing, kue-kue dan buah-buahan. Dengan muka-muka yang masih ngantuk, cape dan yang pasti laper kecuali Imam yang lagi puasa. Setelah istirahat, makan, mandi dan solat Dzuhur, kami bertemu dengan orang tuanya Hanan. Bapak Suyamto dan Ibu Mursidah. Mereka semua sangat welcome kepada kami. Oiya satu lagi, adenya Hanan bernama Yogi.
.jpg)
Setelah itu kami ke Jogjakarta untuk ketemu dengan saudaranya Imam. Namanya Mas Arief. Janjian ketemu di UPN tapi karena informasinya kurang makanya kami salah nunggu Mas Arief. Untungnya Mas Arief mau nyari-nyari kami yang lagi tersasar ini. Selagi menunggu kami sempat mengambil uang di ATM Mandiri. Sayangnya pas Aziz mencoba untuk mengambil, kartunya tertelan dan kami Aziz langsung mencoba menghubungi ke 14000. Setelah itu karena Mas Arief tidak kunjung datang, kuliner pertama kami adalah Rujak Es Krim didepan Kampus Atmajaya. Yang beli Aji, Hanan dan Aziz. Selagi menyantap kuliner pertama kami dan menunggu Mas Arief, kami juga melihat ‘view-view’ yang tak kalah menarik. Ternya Jogja menarik juga ya. Hehehehe.
Setelah Mas Arief datang dengan membawa mobil kantor APV silver, kami dibawa ke kantornya dan juga ke tempat mobil Mas Arief berada. Kami semua mencoba menaiki mobil Suzuki Esteem warna putih dan Imam menjadi ‘supir’ kami. Tapi karena kami masih meragukan dengan kemampuan Imam menyupir, co-pilot kami yaitu Aji sudah kayak co-pilot Adam Air pada saat-saat terakhir. Sereeeeeem.
Kami diajak ke wisata kuliner yang kedua di Barbeque Gurame. Dan karena Imam masih puasa, kami dengan tidak segan-segan melahap makanan-makanan tersebut dengan nikmatnya. Menu Ayam Bakar dengan minuman-minumam Alpukat Float, Orange Float, Cola Float dan lain-lain cukup bikin puasa Imam terganggu. Sorry bro :).
.jpg)
Selesai makan, kami menuju ke rumah Mas Arief. Kami bertemu dengan Mba Yuli dengan anak-anaknya bernama Faiz dan Aisyah yang sangat lucu.
Setelah solat Ashar dan Magrib, dengan mobil Suzuki Esteem yang kecil kami memulai petualangan kembali di Jogyakarta dengan langsung mencari oleh-oleh di Malioboro. Batik menjadi awal incaran kami. Setelah beberapa jam mencari kesana kemari dan menghabiskan beberapa lembar uang didompet masing-masing, wisata kuliner ketiga menjadi langkah selanjutnya or pertama buat Imam. Setelah berputar-putar keliling Jogja kami akhirnya singgah di tempat makan yang jualan tahu telur.
Suasananya cukup remang-remang karena ga ada lampu dan hanya ada lilin kecil. Ternyata tempat itu lg mati lampu.
Setelah mencicipi makanan masing-masing, kami berusaha untuk berpetualang lagi. antara menuju Solo atau hanya berputar-putar di Jogjakarta yang indah ini. Tapi setelah berputar-putar cukup lama, orang-orang disekitar mobil kami saat lampu merah pada melihat ke ban belakang kiri. Kami bertanya-tanya ditambah mencium bau karet terbakar. Setelah mobil di pinggirkan, ternyata oli buat rem belakang bocor. Imam lupa dengan rem tangan yang dari tempat makan tadi tidak diturunkan.
.jpg)
.jpg)
Setelah Imam menelepon Mas Arief untuk mengecek mobil Suzuki Esteem ini, Aji yang sudah sangat mengantuk berusaha mencari kardus buat alas tidurnya. Untungnya Lesha ga lihat foto ini. Hihihihi.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Akhirnya kami menuju ke rumah Mas Arief setelah mobilnya dicoba untuk berjalan pelan. Setelah malam makin larut, kami mencoba untuk tidur dan berharap besok memulai petualangan yang baru dan lebih menarik.
Besok paginya hari Minggu tanggal 17 Agustus 2008. Ternyata suasananya cukup cerah kami memulai perjalanan pertama ke stasiun Jogjakarta buat memesan tiket pulang hari Senin pagi. Tapi semua tiket pesan buat hari Senin kelas bisnis sudah habis. Yang masih ada buat hari Selasa. Jadi mau ga mau besok Senin harus datang lebih pagi buat beli tiket berdiri L. Hiks.. Hiks.. Tapi ga apa-apalah yang penting petualangan dimulai kembali. Oiya berhubung semua pakaian dan tas ada di rumah Hanan makanya kami mandi tanpa ganti baju. Kecuali Aziz yang memilih tidak mandi. Hmmmmm koq ada bau yang beda yach. Wakakakak.
.jpg)
.jpg)
Kami langsung pergi menuju tempat wisata tapi Aji tidak ikut karena dia mau kerumah calon mertua. Sekalian nge-charge. Hehehehe. Perjalanan ke rumah mertua sekitar 5 jam. Selamat berjuang ya Bro. semoga diterima dengan baik. Hihihihi.
Sebelum pergi ke Candi Prambanan, kami mampir ke toko oleh-oleh. Bakpia dan kawan-kawan telah menyambut kita. Ya oleh-oleh buat di rumah dan di kantor.
.jpg)
Setelah oleh-olehnya dititipin dimobil Mas Arief, kami diantar ke Carrefour yang ada halte Trans Jogja sekalian beli pewangi. Hihihihi maklum pada ga ganti baju.
Trus kami naik Trans Jogja dengan harga Rp.3000,- per orang menuju Candi Prambanan.
Sesampainya di daerah Candi Prambanan Imam kekurangan uang sehingga harus jualan rokok. Dan Diriku jadi kuli (damn…koq kebagian peran yang seperti ini yach(_ _!!!))
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Wakakakak. Akhirnya setelah dapat penghasilan lebih :p kami melanjutkan wisata kuliner berikutnya yang ke 4 kerumah makan di sebrang pintu masuk Candi Prambanan. Lumayan enak dan cukup mengenyangkan..jpg)
.jpg)
Dengan cukup puas dengan makanan tadi kami melanjutkan perjalanan masuk ke Candi Prambanan tapi kami solat Dzuhur dahulu.Hanya dengan Rp.8.000,-per orang kami masuk ke lingkungan Candi Prambanan.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Setelah keluar dari Candi Prambanan dan istirahat sebentar sambil solat Ashar. Kami menaiki Trans Jogja kearah Halte Taman Pintar. Tapi karena jalanan menuju kearah sana ditutup kami terpaksa jalan sedikit menuju Kraton tapi baru sampai di dekat Alun-alun, Izul mau ganti profesi. Dari Staff IT menjadi tukang becak. Hmmmm sepertinya ada 2 orang yang belum kebagian peran nich :p. Setelah berputar-putar di Alun-alun, menonton MotoGP dan merasakan suasana kota Jogja di malam hari, kami langsung mencari makan dan sekalian untuk pulang menuju rumah Hanan. Karena wisata kuliner berikutnya tidak enak, maka makanannya ga di foto. Padahal sudah berjalan jauh dan mengharapkan makanan yang wenak tenan bisa mengisi kekosongan perut ini.
.jpg)
.jpg)
Untung saja sesampainya di rumah Hanan, Ibunya Hanan yang begitu baik menawarkan bakso. Perut tidak menolak untuk yang ke2 kalinya. Langsung habis, yumieeeee.
Setelah istirahat sebentar, Hanan dan temennya yang bernama Rifan mengantar Diriku n Imam ke rumah Mas Arief. Dari Klaten hingga Jogja dengan memakai celana pendek ditambah angin malam yang sangat dingin, sepanjang perjalanan tubuh terasa membeku. Pada akhirnya sampai juga di rumah Mas Arief dan kami berdua langsung tidur dan berusaha bangun jam 4 pagi.
.jpg)
Alhamdulillah sampai Jakarta jam 5 sore. Inilah akhir petualangan kami jalan-jalan ke Jogjakarta. Oiya to Hanan mohon diceritakan tentang pengalaman hari terakhir ya. Sepertinya sangat senang tuh. Sampai hari ini senyum melulu. Piss ya Bro.Terima kasih kepada Keluarga Besar Hanan dan Keluarga Besar Mas Arief atas keramahan dan semuanya dalam beberapa hari terakhir ini.
Mohon maaf bila kami kurang berkenan.
Terima Kasih.Mohon maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan yaaa…:)
PS : Next Trip to Bandung or Bali???
.jpg)
No comments:
Post a Comment